Senin, 29 April 2013

KELINCI BERMULUT DUSTA !

pergi saja...!
kau jangan pernah kembali membawa omonganmu yang begitu menyakitkan 
kau takkan pernah tau apa yang terlihat !
apa yang aku rasakan saat kau bicara itu semua !
kau begitu aneh !
kau lakukan tindakan sesukamu !
tak mengerti, apa sebenernya yang kau inginkan ?
kau tak pernah tau apa hadirnya !
menghilanglah !
jangan pernah kau kembali kesini 
kau tetap saja kelinci bermulut  dusta !

tenggelam bersama penghianatan

dunia sedang berhenti berputar
pepohonan seakan tumbang sendirinya
ombak disamudera sakan bertaambah besar
aku tetap berdiri disini 
aku merasakan ulu hati yang tercabik cambuk keras
sakit !
ini yang aku rasakan !
aku masih berdiri ditempat yang sama 
melihat pemandangan disekitar yang mulai berubah ke arahku
aku terdiam tanpa sadar aku terjatuh
ulu hati ini masih terasa pedihnya
tak bisa ku rasakan 
tak mampu aku bayangkan apa yang terjadidihadapanku ?
pemandangan mengerikan !
hatiku handur tak berbentuk !
remuk tertimpa pepohonan besar !
hilang ditelan ombak samudera
dan mati satt penghianatan terjadi !
hari ini duniaku berduka !
sosok tecinta tlah mati 
hilang ditelan penghiantan besar

kau bilang pada semua kita hanya sandiwara !

sekian itu

cukup selama itu ?

apa ?

kau katakan itu hanya pura-pura

pura - pura katamu ?

jadi selama 6 bulan itu kau bilang hanya pura - pura

terus apa guna nya aku berharap kau kembali disini ?!

untuk apa !!!!

kenapa kau lakukan itu padaku?

aku terlalu lemah sayang untuk hadapi semua ini

hatiku rapuh !
dan kau ? membuatnya lebih rapuh lagi !

mati ! itu yang aku rasakan sekarang !

setelah kau coba tuk khianati ?

sekali lagi kau dustai kembali 

040812 memang benar hanya ilusi ! tak akan menjadi nyata !

TERIMAKASIH

sosok terang dalam gelap

matahari menyambut dengan kehangatan
embun pagi masih terasa dnginnya
aku masih berdiri di tempat ini
di kegelapan dan di kesendirian
sedikit aku buka kelopak mataku
ada sebuah bayangan
mendekat secara ragu kepadaku
sosok itu semakin mendekat
melihatku terduduk diamaku mencoba melihatnya
dan sosok itu pun tersenyum
mencoba mengusirku dari kegelapan
mengajakku dari tempat gelap ini
membawaku lari menyambut mentari
mengusapkan embun pagi kepadaku
dan menyadarkanku
bahwa dia datang mengajakku pergi dari kesendirian ini 

ku sangka ? tapi, TIDAK !


kamu membuatku seakan pilu menjadi 
membuatku menjadi butiran pasir yang rusuh
menjadi papun yang sudah tak berguna
kamu seolah olah berkuasa dihatiku
tapi kamu terlalu payah untuk merobohkan keyakinanku
karena kamu bukanlah lagi 
apa yang ingin  aku pertahankan
kamu bukanlah sosok yang dulu pernah aku kenal
KAMU yaa.. selamanya KAMU tak akan pernah berubah
kamu tetap menjadi dirimu yang dulu
seseorang yang selalu menjadikan wanita 
sebagai budak ! seperti boneka !
seperti barang yang bisa dijual dan dipertaruhkan !
apa ?
apa kau tak punya ibu ???
apa kau kira wanita tak punya hati 
sehingga kau permainkan begitu saja !
ku kira kau sudah berubah
namun ternyata kau masih saja !

MOCIN 040812



“MOCIN 040812”
Ribuan kertas usang mampu aku sulap dengan coretan tinta pena tua yang entah berarti apa. Ini coretan tanpa arti aku buat setiap malam. Aku mengarangnya atas dasar hati dan keegoanku.
Aku adalah salah satu murid kelas 2 SMA disekolah ini dan aku mengenali sosok 040812 ini dari sini. Waktu itu adalah hari free tanpa pelajaran. Setalah UAS 2 minggu full dan minggu ini adalah class meeting sebelum liburan kenaikan kelas. Hari ini adalah class meeting terakhir dan setelah itu penerimaan rapot dan libur panjang.
Aku seperti biasa duduk di pinggiran lapangan futsal dengan sahabat – sahabatku. “ ra, eh dia minta nomor hp kamu tuh ?” kata teman sekelasku septian sambil menepuk bahuku. “ siapa, maksudmu si dia itukah ?” jawabku sambil menuliskannya
Inilah awal mulai kami berkenalan. Setiap malam sebenarnya aku jarang memegang HP. Dan sampai dia datang merubah segalanya. Malamnya, sekita pukul 19.00 Hpku berdering, ternyata nomor tak dikenal, dan aku sudah menebak pasti si dia. Selama liburan, setiap hari kami tak henti-hentinya untuk saling membalas sms. Ada yang lain dari dia, dia mampu membuatku nyaman dan betah bercanda dengannya. Namun aku masih tetap tak perduli atas perasaanku.
Semua masih sama, dia masih menemaniku, dan aku dan si dia mempunyai julukan “soulmate” . Hari ini kebetulan hari jumat, setiap jumat dia pergi les meskipun begitu dia masih sempat menghubungiku tapi tidak untuk kali ini, smsku pu tak dibalasnya. Semakin membuatku penasaran dan khawatir. Dan memang benar firasatku, dia kecelakaan tapi tak terlalu parah hanya sebagian luka ditangan. Malamnya dia menelfonku dan disitu aku melarangnya untuk masuk sekolah karena kondisinya yang tak memungkinkan. Namun dia membantah karena dia bilang ada hal penting yang harus dia sampaikan, dan akupun hanya menurutinya. Di malam itu kami saling canda tawa dan sempat kami menyanyikan lagu Geisha – “takkan pernah ada” berdua.
Paginya masih biasa tak ada yang beda, perasaanku pun biasa saja. Tak ada yang aneh, pelajaran dikelas pun berlangsung seperti biasa, tapi tidak ketika pelajaran bahasa jepang berlangsung.
“tok tok tok” bunyi pintu diketuk. “ permisi sensei mau ada perlu sama derara ?”. Aku pun langsung kaget, dia benar masuk sekolah ? Dan dia memanggilku untuk apa ? beribu pertanyaan mengelilingi kepalaku. Aku pun langsung keluar dan menemuinya. Disitu dengan tidak sengaja melihat lukanya yang masih basah.
 “kenapa ?” tanyanya
“hm gapapa, kenapa kamu paksa masuk lukamu masih basah begini ? “jawabku
“ada hal penting yang ingin aku sampaikan” kata si dia
“sepenting apa ? sampai kau rela masuk menyampaikannya kepadaku ?” tanyaku penasaran
“dengar aku, kali ini aku serius, jawab jujur dari hatimu ya?” tanyanya
“ya tapi apa ?” tanyaku kebingungan
“aku sayang sama kamu soulmateku, apa kau mau jadi pacarku ?”  tanya dia sambil tersenyum manis.
hah ? apa ini ? apa aku mimpi ? apa aku sedang ngelindur ? apa yang dia katakan barusan ? beribu pertanyaan muncul, aku pun langsung tercengang. dia menyodorkan flash, kalau aku mengambilnya berarti aku menerimanya, dan kalau tidak tentu saja aku menolaknya. Aku tertegun beberapa menit itu dia pun hanya tersenyum melihatku dan tanpa perasaan ragu akhirnya aku mengambilnya dan berkata “mari kita jalani”.
Sudah kuduga dari awal untuk bersamanya begitu sulit. Banyak masalah dan rintangan yang kami lalui sampai 6 bulan berlalu. Di minggu ini awal pertengahan februari banyak sekali masalah terjadi dan itu tak henti – hentinya. Tapi aku tetap sabar untuk dia, aku harus bisa dewasa. Tapi sahabat – sahabatku berpendapat lain bahwa aku sudah keterlaluan. Hingga sampai dia satu minggu tak menghubungiku, mengacuhkanku.
Selama beberapa hari itu aku sering menangis, sampai akhirnya aku tak kuat aku menceritakan semua. Malamnya aku ditelfon sahabatku Dwi, dia memberitahuku bahwa dia (pacarku) punya wanita baru hari jadiannya pun sudah lama desember lalu sebelum aku ke jogja, sebelum aku ultah. Lalu kuletakkan Hpku, terdiam dan bersandar didekat jendela kamar memeluk erat mainan kayu darinya dan mengingat malam hari ulangtahunku. Sebuah kado terindah pengkhianatan.
Apa ini Tuhan ? sebuah meteor jatuh didepanku dan meledak tak bisa ku sangka. Aku masih berada didekat jendela dengan tangisan yang tak bisa ku bendung, dengan lara yang tak bisa aku tepis dan dengan kekecewaan yang sangat perih. PENGHIANAT ! kau boleh melakukan hal yang kau suka, tapi tidak untuk menduakanku ???! kau pembohong, semua hanya akal busukmu, jahat, kau kejam ! terus untuk apa kau umbar janjimu itu, apa hanya omonganmu yang begitu besar. Tuhan, aku terlalu lemah untuk semua ini, sekejam inikah yang dinamakan cinta, Tuhan ?
Aku pun langsung menelfon sahabatku Amil, aku menceritakan semua dan lagi – lagi aku tak bisa menahan air mata. Paginya aku diajak  pergi ke jogja bersama Amil untuk ke bukit bintang melepas segala penat melupakan semua kejadian kemarin. Amil bilang percuma aku menangis tangisan itu takkan membawa dia berubah dan kembali padamu. Dia belum tentu juga memikirkan hatimu yang hancur sekarang ini, bangkit ra ! kamu wanita kuat, ayo bangkit ! mana derara yang dulu ceria, ayo tunjukkan pada dia kalau kamu bisa. Aku selalu mendukungmu ra, aku tau kamu kuat ! kamu sahabatku yang paling kuat ! J keep smile derara J
Inilah akhir dari 04812, hanya ilusi namun cerita nyata yang mampu dikenang oleh waktu.
“sebuah ketulusan hati yang ditaburi oleh kesabaran tak banyak orang yang punya. Dan ketika ketulusan itu tlah disia-siakan jangan bersedih. Bangkit ! buka mata hatimu, lihatlah sekelilingmu masih banyak orang yang menanti ketulusan itu. Ingatlah, kau tak sendiri, perhatikan itu sahabat dan teman – temanmu berlari mendekatimu dan menolongmu dari bahaya penghianatan itu.”